Asosiasi APRL Tangani Pengusaha Petani Rumput Laut Sempat Bermasalah Kabupaten Nunukan | Buser Metropolis News

Nunukan – Kamaruddin” ketua Asosiasi petani pengusaha Rumput laut menjelaskan”
Sejak berdirinya Asosiasi ini sejak tahun 2021, sebelumnya dipegang oleh Haji Udin kemudian ada 2 macam yang berperan antara lain” (Asosiasi) dan (pedagang,) terjadinya perbedaan karena adanya penarikan uang sebesar Rp 100.000 ini diluar dari Asosiasi selama saya pegang hingga masuk 2 tahun berjalan, untuk penarikan Rp. 250.000_ini bahwa selama Asosiasi di pegang oleh pak Haji Udin” dalam penarikan uang tersebut kurang lebih 10 tahun.Ungkap” Kamaruddin”.

Kamaruddin menambahkan”
Arti kata uang yang sebesar Rp 250.000_ ini yang harus diluruskan, kalau Dinas PT. Pelindo memang membuktikan ada karcisnya tertera Rp.150.000_ dan kalau yang sebesar Rp.100.000_ di tarik dari pedangnya juga dan dilakukan penarikan oleh Haji Udin dari pedagang.

Kemudian” uang hasil tarikan itu, untuk di lakukan pembayaran memang sudah ada yang diserahkan
mungkin kepada mandor di dalam pelabuhan ada juga yang langsung membayar kepada Haji Udin. Apabila hasil sudah terkumpul dengan jumlah sekian mobil angkutan maka hasil tersebut baru diserahkan ke dinas PT. pelindo kabupaten Nunukan.

memang betul mobil (MKL) angkutan Pelindo yang mengangkut akan tetapi
Kontribusi tarikan dengan sebesar Rp. 100.000_ itu melalui pedagang pedagang bukan dari Asosiasi.
maka pembayaran tersebut untuk pedagang lain, apabila tidak mengunakan mobil (MKL) PT.Pelindo.
Kalau masalah angkutan” khusus dalam kota sebesar Rp.250.000_
perteraknya mau banyak ataupun sedikit.

Sedangkan untuk luar kota” untuk daerah mamolo Rp. 500 ribu, lancang
600 ribu, berbeda beda ada hitungan jarak muatnya, dan itu diatur dari ORGANDA kabupaten Nunukan dan pembayaran ini di berikan langsung kepada sopirnya mungkin juga diketahui oleh Perhubungan dengan jumlah tarif sekian dan itulah yang di jalankan makanya berbeda beda, dan mengenai buruhnya” untuk buruh luar
Rp. 7.000_ kemudian untuk buruh didalam langsung menaikan ke kontener Rp. 6.500_perkarungnya.

Yang saya harapkan” dan sangat perlu di lakukan adanya perbaikan menejemennya, ADRT nya jadi terarah
Dengan baik Soalnya pungutan ini harus tertentu yang harus kita masukan disitu yang kita masukan di ADRT terutama uang operasional, sedangkan jumlah Group ada sekitar 40 yang masuk di group Asosiasi itu khusus pengirim ke Surabaya atau Makasar untuk sekarang ini pungutan
Pungutan selama saya pegang belum ada pernah ada waktu di pegang oleh pak Haji Udin, namun pernah dihentikan di asing kan penarikan, maka dari itu di adakan pergantian ketua Asosiasi yang selama saya pegang belum ada pungutan sepeserpun.

saya akan berusaha untuk memperbaiki menejemen kerja dalam penanganan angkut muatan rumput laut yang beroperasional di kabupaten Nunukan.
Dalam hal ini Kamaruddin, selaku ketua Asosiasi APRL sangat berharap
Menejemen kerja ini sangat butuh perhatian yang lebih baik, demi kelancarannya tugas Asosiasi yang saya duduki saat ini. Ungkap” Kamaruddin dengan tegas”.

Reporter Syarif BM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: