Pembahasan Anggaran OPD Melalui Komisi ( II ) DPRD Kabupaten Nunukan | Buser metropolis News. 

Nunukan – Wilson ketua komisi 2 DPRD kabupaten Nunukan saat ditemui di ruang kerjanya” beliau menjelaskan bahwa ada beberapa OPD yang kami panggil Intinya mereka akhirnya curhat karena keterbatasannya angaran, mereka sudah membuat perencanaan yang bagus tapi ketika anggarannya turun ternyata tidak memenuhi apa yang mereka harapkan. Selasa 02/08/2022.

Kemudian apa yang kami sampaikan soal
BPH Migas” yang ada di Sebaung, itu kita harapkan 10% masuk ke daerah yang sedang dalam pembahasan kalau itu ada
artinya bisa menjawab kekurangan anggaran yang selama ini terjadi, 2 tahun yang lalu anggaran terkuras karena rekopusing ( Covid19 ) mudah-mudahan tahun depan tidak ada lagi rekopusing ( Covid19 ) sehingga anggaran ini bisa di maksimalkan apa lagi kita mendapat 10% migas yang ada di Sebaung itu artinya semua bisa kita lakukan kegiatan yang sudah kita rancang.

menurut keterangan” bagian ekonomi dalam pengawasan berjalan, namun apa yang kami lihat dilapangkan yang muatan 3 Kg bisa mencapai Rp. 50.000_sangat memberatkan masyarakat dan kami sudah
Surpy kemana-mana kemudian kami simpulkan Agen dan pangkalan berjalan dengan baik, yang sebenarnya tidak ada pengencer dan harga yang ada di pang kalan itulah yang tertinggi. yang saya sangat menyayangkan kenapa harus ada lagi di pengencer” mestinya barang itu sudah jelas dan pengencer Gas yang 3 Kg mematok harga sesukanya dia, begitu langkah harga langsung dinaikan pengencer dengan harga Rp. 60.000_ jadi kami meminta ketegasan dari Dinas ekonomi harus membuat ketegasan dan harus membentuk tim pengawas, antara lain” ekonomi,kelurahan, Babinsa turun mengawasi pangkalan agar tidak kecolongan lagi.

Wilson komisi ( II ) menambahkan lagi”
Soal SOA ( subsidi Ongkos Angkutan ) kita harapkan segera direalisasikan kalau soal SOA penumpang sudah jalan dan aman.
tinggal SOA perlu diturunkan lagi agar tidak terjadi harga yang melonjak di daerah daerah yang menjadi sasaran subsidi Ongkos Angkutan.

Mengenai situs budaya” Rencana akan diadakannya seni budaya antara lain” Sebatik, Nunukan, kabudaya, Krayan. Nunukan punya situs banyak tetapi keterbatasan anggaran mereka tidak bisa bergerak.ini telah disampaikan dari dinas pariwisata, kemudian ada PENAS di Jawa barat ini juga melibatkan petani, Nelayan untuk hadir mereka butuh anggaran tapi ketika mereka menyampaikan kepada komisi ( II ) keterbatasan anggaran juga menjadi persoalan tujuan sebenarnya untuk memotivasi orang orang Nelayan dan petani bisa eksis lagi, karena Covid19 selama 2 tahun terakhir ini yang surfaf Petani dan Nelayan dan semestinya mereka ini harus kita dorong lebih lagi dan
lebih diperhatikan lagi karena” ancaman resesi dunia ini amat berat dan sudah di umumkan oleh Menteri keuangan pasti berdampak ke Indonesia.

Kalau dengan hal-hal pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan tidak ditata dari sekarang betapa sulitnya kehidupan kita dimasa depan, ini yang ditegaskan dari komisi ( II ).
kemudian ada keluhan dari DPRD komisi ( VII ) dengan adanya laporan dari masyarakat bahwa PPL itu jarang ada di tempat, sebab mereka menjembatani kebutuhan Petani dan Nelayan ke dinas sementara, petugas PPL tidak selalu ada ditempat saat mereka mengusulkan sesuatu apalagi harus ditandatangani oleh BPN, inilah yang menjadi sorotan kami.

Mengenai anggaran KONI dan KORMI dan KNPI kami minta tadi kalau bisa KONI lebih banyak, karena selama ini KONI bergerak di Nunukan saja di kecamatan tidak tersentuh mestinya anggaran mereka lebih besar dan anggaran yang sekarang KONI miliki sebesar Rp. 1,14 juta saja dan perlu dinaikan lagi, agar bisa menyentuh tingkat kecamatan. kalau memang anggaran KORMI, KNPI, dan Pramuka dilarikan kesan kenapa tidak saran” Wilson
kalau rumput laut tidak menyentuh PAD kita ini salah satu penghasil yang menjadi sorotan besar dan dikenal dimana mana
ternyata untuk PAD kabupaten Nunukan
Nol” dalam masalah ini bagaimana OPD tehnis bisa merancang agar PAD ada dan kita bersyukur dengan adanya kegiatan rumput laut

ini juga membantu rumah tangga yang ada. kemudian orang yang selama ini nganggur bisa terbantu dari hasil rumput laut, akan tetapi kita berharap efek deminonya dari pemda.
diperlukan juga ( PASKIBRAKA ) ternyata juga penting hal ini kecil namun efeknya besar dan ini seleksinya dari kecamatan, kabupaten,ke provinsi, dan Nasional, dan selama ini mereka tidak bisa bergerak karena nga ada anggaran, kemudian yang ada beberapa orang yang ada di Nunukan
yang berdomisili di kecamatan krayan sementara saya yang tampung, sebelum karantina kemarin, Wilson berharap” untuk tahun depan jangan terjadi hal seperti ini”
siapkan anggaran.

yang menarik juga menurut Wilson” SPBU
dikeluhkan banyak masyarakat, untuk Nunukan saja sudah banyak yang antri apalagi yang di daerah perbatasan khususnya Krayan, santrinya berjam-jam jatahnya 3 liter itupun kalau dapat dengan 3 liter, dipergunakan pulang pergi ke kampungnya itu juga tidak cukup”
sementara yang di angkut mengunakan drum hanya sebanyak 1 ton saja, kalau dulu masih mengunakan angkutan Armada besar, masih mending bisa mengangkut 3 ton dan bisa mencukupi dan menyelesaikan antrian yang panjang
Wilson berharap” dengan adanya beberapa titik yang akan dibangun mudah mudahan 3 bulan ke depannya bisa berjalan dengan Normal.Ungkap Wilson.

Reporter Syarif BM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: