Kisah Pilu Pasien Covid-19 Memperjuangkan Hidupnya di Karantina BPWS Suramadu Bangkalan

BANGKALAN-, BPWS Suramadu Bangkalan menjadi tempat karantina hasil swab pasien reaktif Covid-19 dari penyekatan jalan poros Suramadu sisi Madura serta penyekatan sisi Surabaya.

Namun pelayanan kesehatan terhadap pasien yang di karantina serta minimnya prokes di gedung karantina tersebut dikeluhkan oleh beberapa pasien.

Pasalnya di tempat karantina pasien Covid-19 tidak ada pelayanan kesehatan terhadap pasien meski sudah berhari-hari di karantina di BPWS Suramadu Bangkalan tersebut.

Seperti yang di ungkapkan salah satu pasien asal Desa Tebul kecamatan Kwanyar inisial (DN) yang sudah tiga hari menjalani karantina di BPWS Suramadu,namun tidak kunjung ada kejelasan akan nasib hidupnya.

“Saya sudah tiga hari di karantina disini cuma makan tidur terus kerjaan nya setiap hari, saya tidak pernah di tanyakan keluhannya apa oleh petugas disana,tidak di obati bahkan saya bingung harus sampai kapan saya disini, bahkan ada yang lima hari mas ibu-ibu yang bawa anak kecil itu”Keluh kesah DN kepada awak media.

Senada dengan DN, RHM juga mengungkapkan keresahannya sebab pasien yang reaktif maupun yang positif Covid-19 di jadikan satu dalam satu ruangan, sehingga penularan Covid-19 di dalam ruangan lebih berpotensi.

“Saya rasa perlu ada evaluasi dari Tim Gugus Covid-19, terhadap tempat karantina BPWS Suramadu,kita bisa sama-sama melihat sendiri bagaimana satu ruangan di tempati puluhan pasien dan sama sekali tidak ada pelayanan kesehatan,”Ungkap RHM.

Selain itu menurut RHM yang perlu di evaluasi kembali yakni tingkat kebersihan dan sterilisasi dari tempat karantina tersebut.

“Sejauh mata kita memandang,mulai dari dalam ruangan sampai luar ruangan banyak sampah berserakan dimana-mana,tidak hanya itu,saya selama empat hari disini sprei dan bantal tempat tidur pasien tidak pernah diganti oleh petugas,jadi sulit untuk sembuh lama-lama berada disni,”Imbuh RHM.

Saat Media mencoba konfirmasi kepada petugas karantina yang berpakaian APD lengkap disarankan untuk konfirmasi ke koordinator petugas karantina,namun pada saat itu koordinator petugas karantina sedang tidak ada di tempat*

Tiem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: