Rapat Paripurna Ke-12,Terhadap Nota Pengantar Bupati Nunukan Atas Raperda Perubahan APBD Kabupaten Nunukan Tahun 2022.| Buser Metropolis News
Nunukan – Gelar acara dihadiri” Ketua DPRD beserta anggota DPRD kabupaten Nunukan, Sekertaris Daerah kabupaten Nunukan, Sekertaris DPRD kabupaten Nunukan, para Staf Ahli, Forum komunikasi pimpinan daerah kabupaten Nunukan, para Asisten dan Staf Ahli Kepala Dinas kepala Badan, Kepala Kantor dan kepala bagian dilingkungan, Kepala kantor Instansi Vertikal, Kepala kantor BUMN/BuMD , Camat kabupaten Nunukan, Ketua Organisasi politik, Organisasi Pemuda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat kabupaten Nunukan.
Hasil dari fraksi Perjuangan Persatuan Nasional anggota komisi II DPRD kabupaten Nunukan, Lewi.S.sos. menyampaikan “fraksi Perjuangan Nasional, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah menyusun Nota keuangan Perubahan APBD tahun 2022 berdasarkan regulasi dan perundang undangan yang berlaku yang selanjutnya dapat dibahas dengan harapan menjadi kesepakatan bersama menjadi pedoman dalam penyusunan APBD kabupaten Nunukan. Senin 15/08/2022.
- Melalui fraksi Perjuangan Persatuan Nasional
mengapresiasikan penyampaian Nota keuangan rancangan perubahan APBD kabupaten Nunukan tahun anggaran 2022 yang telah disampaikan pemerintah daerah lewat rapat paripurna sebelumnya tentu melakukan kordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Nunukan serta dukungan dari semua pihak yang terkait. - Esensi dari Perubahan adalah penyesuaian harus dilakukan untuk menyikapi perubahan perubahan yang terjadi selama kurun tertentu dalam pelaksanaan APBD, karena itu Perubahan setelah evaluasi selama kurun waktu tertentu dan berdasar kan epaluasi dapat diketahui apa yang perlu dirubah atau disesuaikan dari hasil evaluasi yang diketahui tingkat capai target pendapatan maupun target pengeluaran sehingga dapat dilakukan penyesuaian anggaran untuk beberapa bulan ke depan sehingga berakhirnya tahun anggaran berjalan.
- Dalam rancangan anggaran APBD tahun 2022 ini, hendaknya dilakukan
berdasarkan prinsif manyflogram dalam perencanaan dan pengangg aran yang di alokasikan bermanfaat yang dijadikan langsung kebutuhan di masyarakat. - fraksi Perjuangan persatuan Nasional mengharapkan Argat agar target pendapatan dinaikkan ditahun berikutnya. mengingat realisasi pendapatan tahun sebelumnya dan tahun ini ada peningkatan dari target.
- Diharapkan agar pelaksanaan program kegiatan di tahun 2022 ini dapat tercapai 100% sampai akhir tahun.
- Penyerapan anggaran juga harus tercapai kondisi progres pembang
unan dan tidak menimbulkan utang. - Diharapkan program Infrastruktur lebih difokuskan pada daerah yang terisolasi, kondisi jalan banyak yang rusak bahkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan salah satunya” jalan Buntas menuju Desa pagar yang notabene merupakan satu satunya jalan yang dilalui,serta banyak jalan ditempat lain yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
- Mencermati penyusunan program APBD tahun anggaran 2022 dalam upaya pemerintah melalui pembangu nan infrastruktur pelayanan pablik pemerintah daerah mengalokasikan belanja 40% dari total belanja APBD diluar belanja bagi hasil ataupun transfer kepada daerah atau desa, dengan dana visit belanja tersebut diatas diharapkan pemerintah daerah agar membangun infrastruktur pelayanan publik dapat dilaksanakan
secara merata berkeadilan khususnya di wilayah tiga secara umum di seluruh wilayah kabupaten Nunukan. - Fraksi Perjuangan persatuan Nasional berharap agar Pemda lebih proaktif dalam penyusunan program
setretegis pembangunan di sektor pariwisata di kabupaten Nunukan, karena pariwisata sebagai salah satu sektor yang dapat memberikan dampak ekonomi dan peningkatan PAD di antaranya pengembangan seni dan budaya pengembangan tempat wisata dan memperdayakan budaya lokal. - Pemerintah dalam hal ini,kepala daerah hendaknya lebih tegas menegur memberikan peringatan kepada dinas terkait yang
terkesan lamban dalam penyerapan anggaran APBD tahun 2022 dimana masih banyak kegiatan fisik infrastruktur fisik yang belum dilelang atau belum dikerjakan sampai sat ini sehingga penyerapan anggaran rendah, belanja modal barang dan jasa di perubahan ini sangat kita kuartirkan karena pelaksanaannya tersisa hanya seratus hari belum lagi keadaan cuaca yang kadang kala tidak bersahabat kemudian penyumbang CSR terbesar di wilayah kabupaten Nunukan adalah wilayah tiga dalam hal ini kecamatan Sebuku, Sembakung,Tulis Onsoi, dan beberapa kecamatan yang lain maka sudah seharusnya angaran di utamakan penyumbang CSR peruntukannya dalam program pembangunan. Ungkap Lewi” Sekertaris Komisi II DPRD kabupaten Nunukan.
Reporter Syarif BM


