Bupati Dan DPKP provinsi Kaltara Kembali Mencadangkan Program Peternakan Terintergrasi | Buser Metropolis News
Nunukan – Di ruang kerja lantai 3 Kantor Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid menerima secara langsung rombongan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara beserta rombongan dalam rangka silaturahmi Penyampaian Program Pembangunan Peternakan Terintegrasi.
Kabid Peternakan Provinsi Kalimantan Utara drh. Muh. Rais Kahar mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kaltara menyampaikan” tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk perencanaan penyiapan lahan peternakan yang akan dikembangkan di Kabupaten Nunukan dengan APBN Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Utara. Ungkap Muh Rais Kahar”
drh. Muh. Rais Kahar menambahkan lagi” bahwa potensi pengembangan peternakan yang akan dikembangkan adalah sapi, dari Provinsi Kalimantan Utara sendiri dan akan menyiapkan benih sapi yang akan dikembangkan sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan bisa menyiapkan lahan sekitar kurang lebih 50 hektar. mengenai dengan legalitas lahan diharapkan adanya kesepakatan antara kedua pihak terkait dengan penggunaan lahan yang akan di gunakan untuk tempat peternakan.Ungkapnya”
Kemudian, Laura selaku Bupati Nunukan menyambut baik program tersebut, akan tetapi Bupati berharap agar nantinya kedepannya dipikirkan juga finisnya, dalam artian selama ini Kabupaten Nunukan banyak mengambil sapi dari luar Nunukan seperti dari Sulawesi sehingga harga sapi perekornya bisa jadi sangat mahal.
Dengan adanya program ini Bupati berharap agar nantinya jika sudah berkembang minimal harga sapi perekor yang sudah dikembangkan harganya bisa lebih murah dari pada sapi yang berasal dari luar Kabupaten Nunukan.
Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nunukan, agar kiranya melakukan koordinasi dan melakukan rapat persiapan terkait dengan program yang lebih matang apa saja yang harus dipersiapkan terkait program pengembangan Peternakan sapi yang direncanakan. Ungkap Bupati dengan secara tegas.”
Reporter Syarif BM


