Wakil Bupati Menunggu Kemenpan Perkembangan Baru Honorer Apa Masih Ada Jalan. | Buser Metropolis News

Nunukan – Wakil Bupati H.Hanafiah SE.M.Si. menyampaikan” kepada Media Buser metropolis” Bahwa selalu tetap berusaha mencari jalan keluar bagaimana honor ini masih ada jalan keluarnya agar mereka tidak begitu saja keluar, tentu harapan kita begitu karena dia bagaimanapun masyarakat kita dan anak-anak pemerintah masih tetap menunggu perkembangan terbaru siapa tahu nanti ada perubahan ditengah-tengah perjalanan beberapa bulan ke depan.

siapa tahu, karena permasalahan ini bukan hanya permasalahannya kabupaten Nunukan sendiri tetapi menjadi permasalahan seluruh kabupaten kota provinsi yang ada di Indonesia, artinya tidak sederhana karena ini menyangkut apa namanya masyarakat dan anak-anak kita yang memang sudah lama mengertiprah dan tentu banyak kontribusi yang mereka sudah diberikan dari itu tidak kita anggap remeh.

melalui tenaga-tenaga mereka di setiap OPD banyaklah terbantu karena mereka bisa juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh kita yang ada di setiap kantor. memang kita sangat membutuhkan informasinya sudah berjalan 5 tahun kita tunggu hasilnya, siapa tahu kata orang hanya Quran yang tidak bisa dirubah artinya kita tetap optimis dan kita berusaha siapa tahu nanti di tengah perjalanan bisa.

berdoa sama-samalah kita tetap pada saat ini siapa tahu ada perubahan-perubahan sebab kita tahu selama ini banyak membantu kita tenaga-tenaga yang honor misalnya di tempat-tempat kerja yang lain itu kalau ada tenaga honor saya kira tentu akan sulit melaksanakan pekerjaan itu nanti dibicarakan secara teknis.

beliau menambahkan lagi” kalau Kamenpan kan tegak lurus itu baca tegak lurus sudah enggak ada berarti tetapi nanti kan di tengah perjalanan tentu ada semacam argumentasi mungkin nanti yang bisa disampaikan misalnya tenaga-tenaga dari satpol pp, pemadam kebakaran tentukan nanti Seperti apa padahal tenaga-tenaga mereka memang sangat-sangat kita butuhkan.

apalagi pengiriman CPNS juga kita ada yang kosong tidak ada penerimaan di sini sehingga peluang mereka untuk bisa mengikuti tes persyaratan P3 ada dan persyaratan mereka harus dipenuhi batasan batasan usia atau batasan pendidikan dan dia harus ikut testing ini kan juga menjadi masalah kalau dia tidak memenuhi persyaratan-persyaratan itu berarti mereka tidak bisa ikut testing.

kalau misalnya di komputer kalau bicara fiskal karena kita tahu bahwasanya pada kita kan baru di kisaran kemarin yang saya sampaikan itu kan 176 miliar ya kalau kalau kebutuhan gaji di atas itu artinya fiskal kita itu juga banyak digunakan untuk hal-hal lain. Ungkap beliau.”

Reporter Syarif BM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: